Rabu, 02 Oktober 2013

saya akan memberi informasi tentang saluran akses internet





SALURAN AKSES INTERNET DAN KECEPATAN AKSESNYA

Dampak globalisasi membuat orang-orang ingin memperoleh akses internet secara cepat dengan
kecepatan mencapai ribuan kilobit persekon (kbps). Apa yang dimaksud dengan kbps? Faktor apa
saja yang mempengaruhi kecepatan akses internet?
Kecapatan Akses Intenet dapat diukur berdasarkan bandwith (lebar pita).
Bandwith merupakan ukuran banyaknya informasi yang mengalir tiap satuan waktu atau
besarnya kapasitas koneksi internet untuk transfer data.
Satuan yang digunakan yaitu bit per second (bps), kilobit per second (kbps), megabit per second
(Mbps).
Konsep bandwith  mempunyai keterbatasan pada panjang atau  jangkauan media/kabel yang
digunakan dan kecepatan maksimal transmisi data pada kabel/media tersebut.
Saluran-saluran Akses Internet dan Kecepatan Aksesnya
Ada beberapa cara untuk mengakses internet diantaranya adalah dengan
menghubungkan komputer kita ke jaringan komputer yang telah terhubung dengan internet. Cara
lain dengan menggunakan saluran telekomunikasi yang kita miliki.
Akses Internet dibagi menjadi 2 :
1.  Akses dial up,  menggunakan modem dan saluran telepon. Biaya akses tergantung dari
lama penggunaan.
2.  Akses dedicated,  memberikan layanan nonstop atau unlimited. Biaya langganan tetap
tiap bulan sesuai tarif ISP (Internet Service Provider).
Berbagai saluran telekomunikasi yang dapat digunakan untuk akses internet seperti :
1.  Saluran telepon rumah
Akses internetnya memerlukan bantuan modem untuk mengubah signal digital ke analog dan
sebaliknya. Kecepatan berkisar 28,8 kbps hingga 56 kbps.
2.  ISDN (Integrated Service Digital Network)
Layanan telepon digital berkecepatan tinggi, koneksi menggunakan bantuan modem dan
kecepatannya hingga 128 kbps.
3.  HDSL (High Data-Rate Digital Subscriber Lines)
Merupakan sistem transmisi berkecepatan tinggi antara 1,544 Mbps hingga 2,048 Mbps.
Saluran ini cocok untuk gedung-gedung perkantoran.
4.  SDSL (Symetrical Digital Subscriber Line)
Disebut symetric karena kecepatan aliran data upload sama dengan download, kecepatan
aliran datanya mencapai 6 Mbps (rata-rata kecepatan 1,544 – 2,048 Mbps)
5.  ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line)
Asymetric karena kecepatan kirim data (upload/upstream) berbeda dengan kecepatan
menerima data (download/downstream).
6.  VDSL (Very High-Bit-Rate Digital Subscriber Line)
VDSL dapat mengirimkan data dengan kecepatan 1,6 Mbps  dan menerima data dengan
kecepatan 25 Mbps pada jarak maksimum 900m. VDSL memerlukan serat optik untuk
transmisi data.
7.  VSAT (Very Small Aperture Terminal)
VSAT merupakan pilihan bagi mereka yang berada di daerah terpencil. VSAT berbentuk
piringan berukuran  besar dan menghadap ke langit. Sinyal digital dikirimkan dan diterima ke
satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi.
8.  Radio Paket
Merupakan bentuk komunikasi data/aplikasi yang menggunakan gelombang radio sebagai
media koneksi. Untuk akses internetnya digunakan modem khusus untuk radio. Kecepatan
Aksesnya berkisar 1,2 kbps hingga 9,6 kbps.
9.  TV Kabel
Kecepatan transmisi data dapat mencapai 38 Mbps
10.  Kabel Listrik (PLC/Power Line Communication)
Pengiriman data melalui kabel listrik ini dapat dilakukan dengan menumpangkan sinyal
komunikasi yang berisi data di bawah frekuensi aliran listrik. Kecepatan akses internet melalui
saluran ini dapat mencapai 1 Mbps.
11.  Teknologi WAP (Wireless Application Protocol)
Sebuah protokol yang memungkinkan para pengguna ponsel dapat mengakses layanan-layanan online internet dengan menggunakan built-in browser pada ponsel. Kecepatak akses
internetnya dapat mencapai sekitar 9,6 kbps
12.  GPRS (General Packet Radio Service)
Memungkinkan kita dapat mengakses internet di mana pun berada selama sinyal GPRS
tersebut ada. Koneksi via GPRS memiliki laju kecepatan akses sampai 115 kbps.
13.  WiFi (Wireless Fidelity)
Teknologi wireless/nirkabel mampu menyediakan akses internet dengan bandwith besar,
mencapai 11 Mbps. WiFi merupakan teknologi tanpa kabel yang bekerja seperti telepon
seluler di dalam dan di luar rumah namun masih dalam radius jarak dari base station.
Area sekitar base station ini disebut hotspot. Hotspot adalah lokasi yang dilengkapi dengan
perangkat pemancar WiFi sehingga dapat digunakan oleh orang-orang yang berada dilokasi
tersebut untuk mengakses internet dengan menggunakan nootebook/PDA/HP dll yang sudah
memiliki card WiFi.

Table kecepatan akses internet
No.
Saluran akses internet
Kecepatan/bite rate
1.
Saluran telepone
56 kbps
2.
ISDN
128 kbps
3.
HDSL
1,544/2,048 Mbps
4.
SDSL
1,544/2,048 Mbps
5.
ADS;
8 Mbps
6.
VDSL
25 Mbps
7.
VSAT
55 Mbps
8.
Radio paket
9600bps
9.
Tv kabel
38Mbps
10.
Kabel listrik
10.000 Mbps
11.
Wap
9,6 kbps
12.
GPRS
115 kbps
13.
Wifi
11 Mbps


Hari ini saya akan mempostingkan SOAL MID SMT 1
bagi yang berminat silahkan klik di sini

Senin, 26 Agustus 2013

asal usul anime yang sekarang sedang terkenal di seluruh dunia

 Hari ini saya akan memberikan informasi tentang anime




   Anime yang berasal dari kata Animasi, dan biasa disebut dengan anime di Jepang telah menjadi sangat terkenal di seluruh dunia sebagai jenis budaya Jepang yang unik. Beberapa asal mula dari budaya ini dapat dilihat dari manga, gambar pada blok kayu kuno yang disebut ukiyo-e, dan gulungan cerita bergamabar yang digambar pada abad ke-12. seperti anime, semua bentuk karya seni ini menceritakan suatu kisah melalui gambar.

Kata anime tampil dalam bentuk tulisan dalam tiga karakter katakana a, ni, me (アニメ) yang merupakan bahasa serapan dari bahasa Inggris "Animation" dan diucapkan sebagai "Anime-shon".Anime pertama yang mencapai kepopuleran yang luas adalah Astro Boy karya Ozamu Tezuka pada tahun 1963. Sekarang anime sudah sangat berkembang jika dibandingkan dengan anime jaman dulu.

anime di bedakan menjadi 2 yaitu:
> anime'shounen':yaitu anime yang khusus untuk cerita laki-laki
> anime'shoujo' :yaitu anime yang khusus untuk cerita perempuan

Penggemar anime yang lahir pada dekade 1960-an dan 1970-an mungkin masih sangat ingat anime bertajuk “Voltus Five”, “God Sigma” “Candy-Candy” dan “Ikkyu-san” yang begitu populer pada dekade 1980-an. Namun popularitasnya di Indonesia saat itu masih terbatas karena beredar dalam format video betamax, sedangkan pada waktu itu ga semua orang bisa membeli perangkat pemutar video betamax.

Pada dekade 1990-an, anime dapat dikatakan benar-benar “booming” karena pada waktu itu stasiun televisi Indonesia mulai memutar beberapa serial anime populer sehingga dapat disaksikan siapapun yang memiliki televisi. Indosiar yang baru lahir pada pertengahan 1990-an juga ga mau ketinggalan untuk menayangkan anime. Malah anime-anime yang ditayangkan Indosiar saat itu sangat meledak di Indonesia.

Pemirsa setia Indosiar pada dekade tersebut tentu saja masih ingat tayangan serial anime yang sangat populer, “Sailor Moon” dan “Born to Cook”. Dibandingkan dengan stasiun-stasiun televisi lain di Indonesia, mungkin dapat dikatakan hanya Indosiar yang masih setia dan konsisten menayangkan anime di layar kaca hingga kini. Sebut saja “Digimon”, “Inuyasha”, “Gundam Seed”, “Dragon Ball”, “Detective Conan”, “GTO”, “Naruto” dan masih banyak anime yang pernah dan sedang ditayangkan di Indosiar.

Popularitas anime pun makin menggila setelah VCD dan DVD anime bajakan begitu mudah didapatkan di seantero Indonesia, tidak hanya dijual di pusat-pusat perbelanjaan, bahkan mudah didapatkan melalui internet. Para otaku, sebutan untuk penggemar anime dan manga, di Indonesia pun memberikan andil atas populernya genre tersebut dengan membentuk berbagai komunitas baik di dunia nyata ataupun di internet seperti milis dan forum.

Dalam artikel Michael O’Connell “A Brief History of Anime” dalam buku “Otakun 1999 Program Book” (1999), bahwa anime sebagai film animasi telah berkembang di Jepang sejak awal abad ke-20, tetapi dalam bentuk yang sekarang, baru dimulai pada dekade 1960-an ketika Osamu Tezuka, pembuat komik yang juga bapak manga Jepang, tertarik pada animasi setelah terlibat sebagai konsultan untuk film animasi buatan Toei “Alakazam the Great” (1960) yang berdasarkan komiknya.

Sebelum dekade 1960-an, gaya film-film animasi Jepang masih dipengaruhi oleh animasi Barat terutama animasi produksi Walt Disney. Menurut O’Connell, Tezuka membawa gaya baru dalam pembuatan anime terutama pada desain karakter dan juga penggunaan ekspresi emosi yang kaya. Desain karakter Osamu Tezuka yang menyederhanakan karakter wajah, pembuatan mata yang besar dan penggunaan ekspresi emosi pada karakter anime dan manga itulah membawa pengaruh dahsyat pada industri anime Jepang setelah Perang Dunia II.

Karya Osamu Tezuko yang fenomenal tentu saja adalah “Astro Boy”. Anime “Astro Boy” (1966) itu diangkat dari komiknya bertajuk sama yang dibuat pada dekade 1950-an. Gaya anime yang berdasarkan teknik ciptaan Osamu Tezuko makin berkembang setelah genre anime tidak lagi terbatas untuk konsumen anak-anak, tapi juga melebar ke berbagai genre seperti yang dikenal sekarang antara lain genre fiksi ilmiah, drama percintaan, horor dan aksi laga yang lebih banyak ditujukan pada konsumen usia remaja dan dewasa.

Lompatan terbesar yang dibuat di dunia anime ketika serial anime di televisi berjenis fiksi ilmiah meledak di pasaran. Hal ini terjadi berkat serial animasi “Uchu Senkan Yamato ” (di Amerika dikenal sebagai “Space Battleship Yamato”) karya Leiji Matsumoto mampu menangkap imanjinasi penontonnya. Leiji Matsumoto yang dianggap sebagai bapak anime fiksi ilmiah juga menginspirasi banyak anime bergenre fiksi ilmiah populer antara lain “Uchu Kaizoku Captain Harlock” dan “Galaxy Express 999″ (1999).

Selain itu subgenre fiksi ilmiah yaitu anime mecha (robot) yang menampilkan robot-robot raksasa yang dipiloti manusia yang sebenarnya sudah ada sejak Shotaro Kaneda menciptakan “Tetsujin 28″ pada 1966 yang kemudian disusul dengan serial populer “Voltus V”. Namun pada tahun 1979 subgenre tersebut mendapat darah baru setelah mengalami interpretasi baru dengan pembuatan serial anime bertajuk “Mobile Suit: Gundam” yang disusul dengan berbagai “spin off” (keturunan) seperti “Gundam X”, “Gundam Seed”, “Gundam Destiny” dan banyak lain.

Begitu pula dengan genre-genre lainnya yang juga populer seperti genre drama percintaan “Hana Yori Dango”, genre horor ” Angel of Darkness” dan sebagainya. Bicara tentang anime, juga tidak bisa dilepaskan dari manga. Di Jepang, pengertian anime sendiri tidak hanya mengacu pada animasi, namun juga mengacu pada manga. Terlebih lagi sebagian besar anime Jepang sering diangkat dari manga (komik Jepang), walau anime juga diangkat dari novel, game atau cerita rakyat Jepang. Selain itu, juga ada anime populer yang kemudian dibuatkan manga seperti serial “Gundam”.

Manga dalam bentuk modern telah dimulai sejak Perang Dunia dan juga memiliki akar sejarah yang sangat tua sejak awal kesenian Jepang, namun memiliki momentum sangat berarti setelah Osamu Tezuka menciptakan karya manga fenomenal “Astro Boy” pada tahun 1951. Ga heran jika dalam perkembangannya teknik pembuatan manga sangat terpengaruh oleh gaya Osamu Tezuka karena juga memiliki karakteristik sama dengan anime seperti desain karakter wajah dan mata yang bulat besar.

Selain itu, teknik Tezuka dalam membuat manga dengan pendekatan sinematografi mampu menyajikan kisah yang menggugah emosi pembacanya dibandingkan dengan komik Barat yang cenderung datar dari sisi emosi. Dalam proses tersebut, Tezuka telah mengajari dan menginspirasi para artis pembuat manga bagaimana memvisualisasikan dan membuat komposisi sebuah kisah manga yang dinamis dan selalu bergerak. Proses itu juga terlihat dalam pembuatan anime yang berdasarkan gambar-gambar yang dibuat tangan, walau kini dalam perkembangannya banyak menggunakan teknologi grafis komputer.

Juga tidak boleh dilupakan jasa artis wanita Machiko Hasegawa yang menciptakan manga “Sazae-san” sejak tahun 1946. Kisah manga karya Machiko Hasegawa yang memfokuskan pada kehidupan wanita inilah menginspirasikan manga genre shojo (drama percintaan) untuk segmen pembaca gadis remaja. Tidak heran jika genre manga shojo untuk remaja wanita hingga kini pun sangat terlihat pengaruh gaya Machiko Hasegawa seperti desain karakter wajah baik pria maupun wanita yang begitu lembut dan cantik, bentuk mata yang sayu dan bulu mata yang panjang.

Nah, seperti yang telah dikatakan di atas bahwa anime dan manga kini sangat populer di Indonesia sehingga mengalahkan komik dan animasi dari belahan dunia barat yang sempat berjaya seperti Tintin atau Superman dan Batman. Anda bisa melihat bagaimana banyaknya manga yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia di toko-toko buku Indonesia seperti manga “Kungfu Boy”, “Detecive Conan” dan sebagainya.

Begitupula penggemar manga juga ingin menyaksikan adaptasi manga dalam bentuk anime. Popularitas tersebut mau tidak mau pun membawa perubahan di Indonesia seperti munculnya komunitas penggemar manga dan anime. Selain itu, juga terlihat bagaimana penggemar anime dan manga di Indonesia mengekspresikan diri dalam “cosplay” yaitu berdandan dengan kostum yang berdasarkan karakter-karakter anime dan manga kesayangan mereka.